Showing posts with label majalengka. Show all posts
Showing posts with label majalengka. Show all posts

Monday, 17 January 2011

Tour De Pangandaran Bersama Majalengka Otomotif Club


Majalengka Otomotif Club (MOC) sebagai bagian dari keluarga besar Majalengka Biker yang tergabung dalam POM (Paguyuban Otomotif Majalengka) menggelar acara bertajuk 'Tour De Pangandaran' selama dua hari yakni pada tanggal 15-16 Januari 2011. Jumlah roda dua yang berangkat berjumlah 82 motor disertai kawalan kendaraan roda empat.




Awal pemberangkatan dilakukan di halaman Kantor Dinas PSDAP Kabupaten Majalengka. Pelepasan dilakukan oleh Kepala Dinas PSDAPE Dedi Rahmadi, S.Sos dan Ketua POM Bripka Imam Sugintak . Dalam wejangannya kepada anggota Club Motor sebelum berangkat, Bripka Imam  memberikan tips bagaimana menjalani touring wisata dengan aman namun menyenangkan.



Selain sebagai sarana refreshing anggota, kegiatan kali ini juga dimaksudkan untuk menjaga kekompakan, melatih tertib berkendaraan serta membahas program kerja Organisasi.

Seluruh anggota merasa puas dengan acara touring kali ini, dan  berharap acara yang lebih meriah dengan lokasi yang lebih menantang kembali digelar.

Friday, 14 January 2011

Foto Penampakan

Sampai di kantor saya disuguhi obrolan hangat: Ada penampakan yang tertangkap oleh foto di pesawat yang dipajang di Bunderan Munjul Majalengka. Pembicaraan itu menjadi hangat, maklumlah kantor saya persis berada di areal tamanpesawat yang baru rampung diselesaikan bulan Desamber kemarin.
Foto penampakan itupun menyebar dari Hp ke Hp melalui koneksi bluetooth. Disana tampak anak lelaki sedang difoto di sayap pesawat dan dibawanya ada foto yang disinyalir sebagai penampakam menyerupai anak perempuan berambut panjang dengan gaun putih seperti gambar di bawah ini;





Saya sendiri tidak dapat memastikan apakah itu hantu atau bukan, bisa saja itu hanya seorang anak yang berpakaian seperti itu dan kebetulan ikut terfoto. Tentang kebenaranya hanya Allahlah yang tahu.

Friday, 30 July 2010

Bendung Kamun, Bendung terbesar di Sungai Cilutung

Hari Kamis kemarin (290710) ada kegiatan Pembinaan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi di UPTD Dawuan. Sebelum memberi materi di sana, saya mampir dulu ke bendung Kamun. Kebetulan sambil pengen liat kondisinya sekarang.

Bendung ini cukup besar, bahkan bendung paling besar se sungai Cilutung. Letak bendungnya di Kamun, Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka.

Selain bendung juga terdapat AWLR, Rumah PPB dan Pintu air untuk mengalirkan air ke saluran induk Lutung Kepala untuk selanjutnya masuk ke Lutung Timur dan Lutung Barat.

Ini dia beberapa foto yang sempat diambil.

 

Bendung

Tubuh Bendung Kamun

pontu air

Pintu Air Bg Kamun

AWLR

AWLR Kamun

Pada halri libur atau sabtu minggu katanya bendung ini pun rame, selain tempat main para remaja juga merupakan salah satu tempat mancing favorite bagi para mancing mania di Majalengka dan sekitarnya.

Ikan ang biasa ditangkap di sini kebanyakan ikan ‘bodas’ seperti beunteur, serepng, kadang-kadang masih ada tawes, nilem dan beureum panon. Ikan lainya juga ada seperti Lele, Lalawak, Bogo, Boncel sepat dan lainya… eh kok jadi ngomongin mancing? heu..heu.. keceplosan!

Technorati Tags: ,,

Tuesday, 13 July 2010

Rekomendasi Lokasi Wisata Air di Majalengka (Bagian I)

Kabuaten Majalengka sebagai salah satu Kabuaten di jawa Barat yang secara geografis terletak di wilayah timur selatan Jawa Barat menyimpan pesona alam yang tidak kalah dengan tempat lain. Meskipun sebagian besar masih merupakan pesona yang terpendam dan belum mendapat polesan yang berarti tapi pesona dan suasananya sungguh mengagumkan untuk dinikmati.

Dalam bagian ini saya mencoba menuliskan beragam potensi wisata yang termasuk wisata alam di Kabupaten Majalengka. Pada Bagian ini dibahas potensi lokasi wisata alam yang berhubungan dengan sumber daya air yang lebih bernuansa pegunungan.

Sebagian besar informasi yang diperoleh berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Bapada kabupaten Majalengka. Lokasi lainya akan dibahas pada tulisan selanjutnya. Mudah-mudahan juga nanti ditulis info lokasi wisata budaya dan wisata hobi yang ada di Majalengka.

a. Curug Muara Jaya

wisata air terjun lokasi menuu wisata

Curug Muara Jaya berada di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura yang dikelola  pada tahun 1999. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +20.1 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Muara Jaya sebesar +2 Ha. Jarak dari tempat parkir menuju curug tersebut yaitu +300 m berupa jalan setapak yang telah menggunakan paping blok. Objek Wisata Curug Muara Jaya menawarkan keindahan alam dengan panorama air terjun setinggi 73 m yang terdiri dari tiga umpak. Udara yang sejuk dengan hamparan sayur mayur dan pohon kesemek menjadi daya tarik bagi peminat wisata alam. Kawasan ini merupakan jalur alternatif pendakian ke puncak Gunung Ciremai, disamping itu dilokasi ini pada setiap tahunnya digelar upacara pareresan yang dilakukan setelah panen raya. Objek wisata ini banyak diminati oleh pengunjung, dengan rata-rata jumlah pengunjung pada hari libur sebanyak +200 pengunjung, dan pada hari biasa +20 pengunjung dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 4.000/orang. Sedangkan Jumlah pengunjung pada tahun 2007 berjumlah 15.782 pengunjung dan pada tahun 2005 berjumlah 32.300 pengunjung, dari tahun 2005 – tahun 2007 mengalami penurunan tingkat kunjungan.

b. Curug Sawer

Curug Sawer terletak di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +21.5 km dari pusat kota Majalengka. Luas Curug Sawer sebesar +2.986 m2. Objek wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata alam karena memiliki keindahan curug. Kendala dan permasalahan yang di hadapai objek wisata ini kurangnya akses menuju tempat wisata ini dan kondisi jalan yang sangat curam untuk menuju lokasi tersebut sehingga pengunjung mengalami kesulitan untuk mencapai wisata tersebut. Tidak hanya itu objek dan daya tarik wisata ini tidak ada restribusi dan belum terkelola dengan baik, sehingga kurang terawat dan kurangnya minat pengunjung bahkan tidak adanya pengunjung.

c. Air Terjun Cibali

air terjun

Objek dan daya tarik wisata ini terletek di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul yang memiliki jarak +39 km dari pusat kota Majalengka. Objek wisata ini pada umumnya sering di kunjungi oleh para pelajar yang datang pada waktu libur. Objek wisata Air Terjun Cibali ini belum terkelola dengan baik. Untuk akses menuju lokasi tersebut kurang baik dan angkutan umum yang menuju ke tempat wisata ini belum ada. Sedangkan fasilitas di objek wisata ini belum dibangun.

d. Air Terjun Cilutung

air terjun Cilutung

Terletak di Desa Campaga Kecamatan Talaga dengan jarak tempuh +28 Km dari  pusat Kota Majalengka. Objek Wisata ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan, namun lokasi ini belum terkelola dengan baik. Akses menuju lokasi tersebut sudah cukup baik tetapi belum adanya angkutan umum untuk menuju lokasi tersebut. Oleh karena itu, objek wisata ini memerlukan perhatian yang lebih dalam menangani potensi pariwisata yang ada di Desa Talaga Kulon, sehingga Air Terjun Cilutung dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat menarik minat pengunjung.

Banyak orang memanfaatkan lokasi ini untuk touring dengan kendaraan bermotor. karena jalan menuju lokasi cukup menantang untuk ditaklukan.

e. Curug Tonjong

Curug Tonjong merupakan objek wisata alam. Objek ini berada di Desa Teja kecamatan Rajagaluh, yang dikelola oleh pihak Desa/Kompepar dan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai). Jarak dari Kota Majalengka +20 km disebelah Timur dengan luas objek ini yaitu +0,5 Ha.

Curug Tonjong menawarkan keindahan alam yang asri dan alami berupa aliran sungai dengan air terjun yang cukup deras walaupun tidak terlalu tinggi ditambah dengan batu-batuan besar yang terdapat disepanjang aliran sungai. Keunikan dari lokasi wisata ini adalah jembatan bambu yang sengaja dibuat sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan lokasi ini ketika melewatinya sampai ke puncak curug serta pada nilai alamiah, sejuknya udara, dan beningnya air sungai yang mengalir. Dimana dipuncaknya terdapat pelataran sebagai tempat beristirahat. Sehingga pada tahun 2005 objek tersebut banyak diminati oleh pengunjung, hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung sebanyak 5.000 orang pada tahun 2005.

f. Situ Sangiang (Makam Sunan Parung)

Tempat wisata sangiang

Situ Sangiang terletak di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran yang didirikan pada tahun 1998, dimana jarak yang harus di tempuh untuk menuju obyek wisata ini yaitu +27 km dari pusat kota Majalengka. Luas keseluruhan objek wisata ini yaitu +107 Ha, sedangkan untuk luas Situ Sangiang yaitu +19,7 Ha. Objek wisata ini dikelola oleh TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai) dan KOMPEPAR (kelompok penggerak pariwisata). Objek wisata Situ Sangiang memiiki panorama yang indah dengan hamparan situ/danau, dalam Situ Sangiang hidup ikan mas dan ikan lele yang menurut masyarakat setempat dipercaya sebagai penjelmaan prajurit Talaga Manggung. Selain situ di tempat ini terdapat makam kramat Sunan Parung yang menjadi tujuan utama para pengunjung untuk berziarah. Sambil menikmati keindahan panorama Situ Sangiang, pengunjung dapat berkeliling menggunakan jalan setapak melihat pepohonan yang berumur ratusan tahun dan satwa liar seperti kera dan lutung.

Akses menuju objek wisata ini cukup baik, jalan menuju objek wisata, dari arah wates sudah cukup baik dengan konstruksi aspal, kondisinya lebar cukup untuk mobil dua arah tetapi seterusnya kondisi jalan yang rusak dan tidak adanya angkutan umum yang menuju kesana, melainkan hanya mobil bak terbuka atau ojek dan kurangnya pasokan air bersih. Rata-rata pengunjung ke objek ini yaitu +800 – 1000 pengunjung/bulan (80% wisata ziarah dan 20% wisata ke situ). Pada tahun 2007 jumlah pengunjung yaitu 8.387 pengunjung sedangkan pada tahun 2005 jumlah kunjungan ke objek wisata ini yaitu 20.600 pengunjung, dengan harga tiket masuk Rp.3000/orang. Sedangkan fasilitas yang terdapat objek wisata tersebut yaitu loket karcis, toilet, parkir, dan tempat istirahat.

Sunday, 11 July 2010

Subhanallah, potensi mata air Majalengka sungguh menakjubkan!

Selama seminggu ini saya menemani pa Kabid keliling ke bagian selatan Majalengka. Banyak tempat yang dikunjungi di kaki Gunung Ceremai. Tak ketinggalan pula menyempatkan diri melihat beberpa mata air yang ada di sana.

Subhanallah, ternyata Majalengka sangat kaya akan potensi mata airnya. Selain debitnya besar-besar, juga jernihnya bukan kepalang.

Air keluar dari sela bebatuan atau bergolak dari dalam tanah membentuk mata air (hulu cai,sunda) yang gak ada habisnya. udah gitu kita bisa dengan jelas melihat dasarnya persis seperti melihat ke dalam kaca. Bening bukan kepalang.

Rasanya sangat disayangkan apabila potensi ini hilang akibat salah dalam pengelolaan lingkungan.

Ini dia beberapa foto mata air yang ada.

DSC04700

pipa sukasari cikijing (15)

pipa sukasari cikijing (8)

Technorati Tags: ,

Tuesday, 29 June 2010

Majalengka Punya Kapolres Baru

 

Pergantian Kapolres Majalengka yang baru tentu membawa harapan yang besar bagi masyarakt Majalengka. Masyarakat mengharapkan citra polisi di Majalengka tidak lagi bercitra buruk di mata masyarakat. Polisi diharuskan kembali ke tugas awalnya sebagai pengayom, pemerhati dan menjadi penentram masyarakat.

Berikut berita dai majalengka-online tentang pergantian Kapolres Majalengka:

Thursday, 24 June 2010 19:10

Majalengka - Kabupaten Majalengka telah memiliki Kepala Kepolisian Resort yang baru dengan serah terima jabatan Ajun Komisaris Besar Sony Sonjaya, S.IK sebagai Kapolres Majalengka menggantikan AKBP Tantan Sulistyana, S.IK, Kamis (24/6) di Aula Muryono Mapolda Jabar, Jl.Soekarno Hatta- Bandung.

Soni yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat IV Tipikor Dit Reskrim Polda Jabar, menggantikan Tantan yang menduduki jabatan Waka Polres Bandara Soekarno- Hatta.

Penggantian  Kapolres Majalengka tersebut dibarengi dengan empat Kapolres dan Kapolresta di jajaran Polda Jabar lainnya, yakni Kapolresta Sukabumi, Kapolresta Tasikmalaya, Kapolres Purwakarta dan Kapolres Cirebon.

Sementara itu untuk sertijab dilingkungan Mapolres Majalengka sendiri berdasarkan informasi yang diterima, rencanya akan dilakukan pada Sabtu, (26/6).

AKBP Tantan Sulistyana,S.IK dalam pesan dijejaring sosial facebooknya, membenarkan rencana sertijab dilingkungan Mapolres Majalengka tersebut. Tantan meminta dukungan dan dorongan untuk dirinya maupun untuk Kapolres yang baru agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Thursday, 10 June 2010

Kehadiran Lima Helikopter jadi ajang berpose ria

 

 DSC04622 Dalam rangka mewujudkan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Pemerintah Majaelengka berupaya memperkenalkan beragam jenis pesawat. Setelah sebelumnya didatangkan pesawat, maka dalam hari Jadi Majalengka dihadirkan pula helikopter di lapangan GGM.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah pesawat yang dihadirkan sebanyak lima buah. Kelima Heli tersebut merupakan milik TNI AU dari kesatuan lapangna terbang Sukani.

DSC04608Kehadiran helikopter ini tentu saja menjadi tontonan bagi masyarakat Majalengka. Terutama bagi mereka yang penasaran ingin menyaksikan helikopter dari dekat. Bahkan beberapa warga berharap bisa menaikinya.

Layaknya idola mancanegara, para warga pun antri untuk bisa berfoto dan ikut beraksi di dekat sang Capung Besi. Baik orang tua, ABG maupun anak balita tak mau ketinggalan.

 DSC04618

Semoga saja Bandaranya cepat terwujud sehingga warga Majalengka tidak lagi asing dengan kendaraan baja terbang tersebut.

 

PSDAP Meriahkan HUT Majalengka bersama anggota MOC dan dimeriahkan atraksi kesenian

DSC_0129

Dalam rangka HUT Majalengka, tahun ini Dinas PSDA Kabupaten Majalengka ikut memeriahkan dengan mengarak piala A

dipura yang menjadi salah satu kado istimewa Hari Jadi Majalengka.

MOC (Majalengka Otomotif Club) sebagai tempat bernaung para biker Dinas PSDAP Majalengka mengerahkan ratusan motor yang berkonpoi memenuhi jalanan di kota Majalengka. Dalam melakukan aksinya semua anggota tampak semangat dan penuh antusias, ditambah tampilan berbagai motor modifikasi kebanggaan masing-masing.

Selain itu, ditampilkan juga atraksi kesenian andalan Kabupaten Majalengka dari PSDAP yakni tampilan ilmu bela diri dan kekuatan fisik seperti debus. Para penonton yang penasaran dengan aksinya dibuat kagum seperti melihat tampilan Limbad di Televisi.

 

Monday, 7 June 2010

Mengenal lebih dekat KH Abdul Halim Pahlawan Asal majalengka

 

KH.Abdul Halim, (Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, 4 Syawal 1304/26 Juni 1887-Desa Pasirayu, Kecamatan Sukahaji, Majalengka, 1381 H/1962 M). Ulama besar dan tokoh pembaharuan di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dan kemasyarakatan, yang memiliki corak khas di masanya. Nama aslinya adalah Otong Syatori. Kemudian setelah menunaikan ibadah haji ia berganti nama menjadi Abdul Halim. Ayahnya bernama KH. Muhammad Iskandar, penghulu Kewedanan Jatiwangi, dan ibunya Hajjah Siti Mutmainah binti Imam Safari. Abdul Halim adalah anak terakhir dari delapan bersaudara. Ia menikah dengan Siti Murbiyah, putri KH. Mohammad Ilyas, pejabat Hoofd Penghulu Landraad Majalengka (sebanding dengan kepala Kandepag Kapubaten sekarang).


Ia mendapat pendidikan agama sejak kecil. Pada usia 10 tahun ia sudah belajar membaca al Qur’an, kemudian menjadi santri pada beberapa orang kiaki di berbagai daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah sampai mencapai usia 22 tahun. Kiai yang pertama kali didatangi ialah KH. Anwar di Pondok Pesantren Ranji Wetan, Majalengka , kemudian berpindah-pindah dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Ia menjalani setiap pesantren antara 1 sampai dengan 3 tahun. Tercatat beberapa kiai yang menjadi gurunya, antara lain KH. Abdullah di Pesantren Lontangjaya, desa Penjalin, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka; KH. Sijak di Pesantren Bobos, Kecamatan Sumber, Cirebon; KH. Ahmad Sobari di Pesantren Ciwedas, Cilimus, Kuningan; KH. Agus di Pesantren Kedungwangi, Pekalongan, Jawa Tengah; kemudian kembali lagi ke Pesantren Ciwedus. Di sela-sela kehidupan pesantren, Abdul Halim menyempatkan diri berdagang, seperti berjualan batik, minyak wangi, dan kitab-kitab pelajaran agama. Pengalaman dagangnya ini mempengaruhi langkah-langkahnya kelak dalam upaya mebaharui sistem ekonomi masyarakat pribumi.


Pada usia 22 tahun Abdul Halim berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan mendalami ilmu agama. Ia bermukim di sana selama 3 tahun. Pada kesempatan ini ia mengenal dan mepelajari tulisan-tulisan Sayid Jamaluddin al-Afgani dan Syeikh Muhammad Abduh. Untuk mendalami pengetahuan agama di sana, ia belajar kepada Syeikh Ahmad Khatib, imam dan kahtib Masjidil haram, dan Syeikh Ahmad Khayyat, ketika di sana pula ia bertemu dengan KH. Mas Mansyur dari Surabaya (tokoh Muhammadiyah) dan KH. Abdul Wahab Hasbullah (tokoh Nahdatul Ulama). Pada tahun 1328 H/1911 M ia kembali ke Indonesia.


Di samping menguasai bahasa Arab, ia juga mempelajari bahasa Belanda dari Van Houven (salah seorang dari Zending Kristen di Cideres) dan bahasa Cina dari orang Cina yang bermukim di Mekah. Dengan pengalaman pendidikan dan tukar pikirannya dengan para tokoh besar, baik di luar maupun dalam negri, Abdul Halim semakin mantap dan teguh dalam prinsip. Ia tidak mau bekerja sama dengan pihak kolonial. Ketika oleh mertuanya ditawari menjadi pegawai pemerintah, ia menolaknya.
Dengan berbekal semangat juang dan tekad yang kuat, sekembalinya dari Mekah, ia mulai melakukan perbaikan untuk mengangkat derajat masyarakat, sesuai dengan hasil pengamatan dan konsultasinya dengan beberapa tokoh di Jawa. Usaha perbaikan ini ditempuhnya melalui jalur pendidikan (at-tarbiyah) dan penataan ekonomi (al-iqtisadiyah).


Dalam merealisasi cita-citanya untuk pertama kalinya Abdul Halim mendirikan Majlis Ilmu (1911) sebagai tempat pendidikan agama dalam bentuk yang sangat sederhana pada sebuah surau yang terbuat dari bambu. Pada majlis ini ia meberikan pengetahuan agama kepada para santrinya. Dengan bantuan mertuanya, KH. Muhammad Ilyas serta dukungan masyarakat Abdul Halim dapat terus mengembangkan idenya. Pada perkembangan berikutnya, di atas tanah mertuanya ia dapat membangun tempat pendidikan yang dilengkapi dengan asrama sebagai tempat tinggal para santri.


Untuk memantapkan langkah-langkahnya pada tahun 1912 ia mendirikan suatu perkumpulan atau organisasi bernama “Hayatul Qulub. Melalui lembaga ini ia mengembangkan ide pembaruan pendidikan, juga aktif dalam bidang sosialo ekonomi dan kemasyarakatan. Anggota perkumpulan ini terdiri atas para tokoh masyarakat , santri, pedagang, dan petani.


Langkah-langkah perbaikannya meliputi delapan bidang perbaikan yng disebut dengan Islah as-Samaniyah, yaitu islah al-aqidah (perbaikan bidang aqidah), islah al-ibadah (perbaikan bidang ibadah), islah at-tarbiyah (perbaikan bidang pendidikan), islah al-ailah (perbaikan bidang keluarga), islah al-adah (perbaikan bidang kebiasaan), islah al-mujtama (perbaikan masyarakat), islah al-iqtisad (perbaikan bidang perekonomian), dan islah al-ummah (perbaikan bidang hubungan umat dan tolong-menolong).


Secara bertahap, organisasi yang dipimpinnya dapat memperbaiki keadaan masyarakat, khususnya masyarakat kecil. Melihat kemajuan dan hasil yang telah dicapainya, pemerintah kolonial Belanda mulai menaruh curiga. Secara diam-diam pemerintah kolonial mengutus polisi rahasia (yang disebut Politiek Inlichtingn Dienst/PID) untuk mengawasi pergerakan Abdul Halim dan setiap orang yang dicurigai. Pada tahun 1915 organisasi yang dipimpinnya ini dibubarkan sebab dinilai oleh pemerintah sebagai penyebab terjadinya beberapa kerusuhan (terutama antara pribumi dan Cina). Sejak itu Hayatul Qulub secara resmi dibubarkan namun kegiatannya terus berjalan.


Pada tanggal 16 Mei 1916 Abdul Halim mendirikan Jam’iyah I’anah al-Muta’alimin sebagai upaya untuk terus mengembangkan bidang pendidikan. Untuk ini ia menjalin hubungan dengan Jam’iyat Khair dan al-Irsyad di Jakarta. Melihat sambutan yang cukup tinggi, yang dinilai oleh pihak kolonial dapat merongrong pemerintahan, maka pada tahun 1917 organisasi ini pun dibubarkan. Dengan dorongan dari sahabatnya, HOS. Tjokroaminoto (Presiden Sarekat Islam pada waktu itu), pada tahun itu juga ia mendirikan Persyarikatan Ulama. Organisasi ini diakui oleh pemerintahan kolonial Belanda pada tanggal 21 Desember 1917. Pada tahun 1924 daerah operasi organisasi ini sampai ke seluruh Jawa dan Madura, dan pada tahun 1937 terus disebarkan ke seluruh Indonesia.


Untuk mendukung organisasi ini, terutama pada sektor keuangan/dana, Abdul Halim mengembangkan usaha bidang pertanian dengan membeli tanah seluas 2,5 ha pada tahun 1927, kemudian mendirikan percetakan pada tahun 1930. Pada tahun 1939 ia mendirikan perusahaan tenun dan beberapa perusahaan lainnya, yang langsung di bawah pengawasannya. Untuk mendukung lajunya perusahaan di atas, kepada para guru diwajibkan menanam saham sesuai dengan kemampuan masing-masing. Abdul Halim juga mendirikan sebuah yayasan yatim piatu yang dikelola oleh persyarikatan wanitanya, Fatimiyah.


Abdul Halim juga memandang perlu memberikan bekal keterampilan kepada anak didik agar kelak hidup mandiri tanpa harus tergantung pada orang lain atau menjadi pegawai pemerintah. Ide ini direalisasinya dengan mendirikan sekolah /pesantren kerja bersama bernama Santi Asromo pada bulan April 1942, yang bertempat di Desa Pasirayu, Kecamatan Sindangi, Majalengka. Di samping mengembangkan bidang pendidikan, Abdul Halim juga memperluas usaha bidang dakwah. Ia selalu menjalin hubungan dengan beberapa organisasi lainnya di Indonesia, seperti dengan Muhammadiyah di Yogyakarta, Sarekat Islam, dan Ittihad al-Islamiyah (AII) di Sukabumi. Inti dakwahnya adalah mengukuhkan ukhuwah Islamiah (kerukunan Islam) dengan penuh cinta kasih, sebagai usaha menampakkan syiar Islam, guna mengusir penjajahan. Dalam bidang aqidah dan ibadah amaliah Abdul Halim menganut paham ahlussunnah waljama’ah, yang dalam fikihnya mengikuti paham Syafi’iyah. Pada tahun 1942 ia mengubah Persyarikatan Ulama menjadi Perikatan Umat Islam yang (kemudian) pada tahun 1952 melakukan fusi dengan Persatuan Umat Islam Indonesia (PUII), menjadi “Persatuan Umat Islam” (PUI), yang berkedudukan di Bandung.


Selain aktivitasnya membina organisasi PUI, ia aktif berperan dalam berbagai kegiatan politik menentang pemerintahan kolonial. Pada tahun 1912 ia menjadi pimpinan Sarekat Islam cabang Majalengka. Pada tahun 1928 ia diangkat menjadi pengurus Majelis Ulama yang didirikan Sarekat Islam bersama-sama dengan KH. M. Anwaruddin dari Rembang dan KH. Abdullah Siradj dari Yogyakarta. Ia juga menjadi anggota pengurus MIAI (Majlis Islam A’la Indonesia) yang didirikan pada tahun 1937 di Surabaya. Pada tahun 1943, setelah MIAI diganti dengan Masyumi (Majlis Syuro Muslimin Indonesia), ia menjadi salah seorang pengurusnya. Ia juga termasuk salah seorang anggota Badap Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI/Dokurotzu Zyunbi Tyoosakai) pada tahun 1945, anggota Komite Nasional indonesia Pusat (KNIP), dan anggota Konstituante pada tahun 1955. Di kalangan kawan-kawannya ia dikenal sebagai orang yang sederhana, pengasih, dan mengutamakan jalan damai dalam menyelesaikan persoalan daripada melalui kekerasan.


Pada tahun 1940, ia bersama KH. A. Ambari menghadap Adviseur Voor Indische Zaken, Dr. GF. Pijper, di Jakarta untuk mengajukan beberapa tuntutan yang menyangkut kepentingan umat Islam. Ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1947, ia bersama rakyat dan tentara mundur ke pedalaman untuk menyusun strategi melawan Belanda. Ia juga menentang keras berdirinya negara Pasundan yang didirikan pada tahun 1948 oleh Belanda.***(Ensiklopedi Islam Jilid I, Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, cet-11, 2003, hal. 12-14)

Siapa Calon Terkuat Sekda Majalengka

Ade Rachmat Ali
Tetap Kandidat Terkuat Calon Sekda

Posted: 24/5/2010

Majalengka, (Sinarmedia) - Proses seleksi kandidat calon Sekda Majalengka kini tinggal menunggu hasil verifikasi dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) RI, sebelum ditetapkan secara definitif oleh Gubernur Jawa Barat yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni 2010 mendatang.
Walaupun belum ada penetapan Gubernur dari ketiga calon Sekda yang diajukan Bupati, nama Drs. H. Ade Rachmat Ali, M.Si yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kab. Majalengka disebut-sebut sebagai kandidat terkuat menduduki yang akan menggantikan Drs. H. Herman Sendjaja, MM yang akan memasuki pensiun pada tanggal 1 Juni 2010 mendatang.
Jika dibandingkan dengan dua kandidat lainya yakni, H. Siswantoro Stoven, SH, MH yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Ir. H. Juhana sebagai Asisten Pembangunan, Ade Rachmat ali sangat berpeluang memduduki orang nomor tiga majalengka tersebut. Pasalnya selain dari senioritas Ade tercatat paling lama bertugas di Majalengka.
"Unsur senioritas itu sangat penting dalam menentukan jabatan sekda, megingat salah satu tugas Sekda kedepan adalah bagaimana bisa mengkoordinasikan dan menjaga kekompakan dan menyatukan seluruh PNS yang ada di Majalengka. Dan sosok Ade Rachmat Ali ini dianggap sangat mumpuni untuk menjalankan tugas tersebut," ungkap salah seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.
Perjalanan karir mantan kepala Dinas BPMPD ini tergolong cukup cemerlang, selain itu juga dia sosok pejabat yang serba bisa, hal ini dibuktikan selama menjadi abdi negara dia selalu berpindah-pindah jabatan. Dan yang paling terpenting dia tidak pernah meninggalkan permasalahan apalagi menyangkut dengan kasus hukum selama menjabat.
Ade memulai kariernya menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1980 setelah lulus dari APDN ditahun yang sama. Setahun kemudian yakni 1981 dia naik jabatan sebagai Kasubsi perizinan kantor Sospol hingga tah$un 1982, sebelum akhirnya dipercaya untuk menjadi Kasi Pembinaan umum dan masyarakat Kantor Sospol tahun 1983.
Belum genap setahun dia dipindahkan kembali untuk menduduki jabatan Kasubag Kependudukan Bag. pemerintahan 1983 hingga 1985. Kemudian ade mulai turun kedaerah dengan menduduki sebagai Sekwilmat Rajagaluh pada tahun 1985 sampai 1987. dan Sekwilmat Jatiwangi pada tahun 1987 sampai 1995. sampai akhirnya ditahun yang sama dia dipindahkan untuk menjabat kepala Perwakilan Kec. Cigasong.
Pada tahun yang sama dia kembali dipindah tugaskan, kali ini untuk menjabat sebagai Camat Kep wilayah Palasah dari tahun 1995 sampai 1997, dan camat Kep wilayah Sumberjaya pada tahun 1997 sampai 2000.
Pada 2000 pria kelahiran Kuningan 5 Januari 1958 ini ditarik kembali ke pusat pemerintahan Majalengka untuk menduduki jabatan sebagai Camat Majalengka hingga tahun 2002. Kemudian dia kembali turun kedaerah kali ini dengan jabatan Camat Cikijing pada tahun 2002 sampai 2004.
Pria lulusan S2 Ilmu Pemerintahan dari Langlangbuana ini kembali ditarik untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian (Kabag) Pengendalian Program Setda Majalengka pada tahun 2004 hingga 2006. lagi-lagi dia harus dipindahkan kali ini menjadi Kabag Tata pemerintahan (Tapem) Setda Majalengka.
Sampai akhirnya pada tahun 2006 sampai 2009 dia di angkat menjadi kepala BPMPD, dan pada tahun 2009 dia dipercaya untuk menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Dinas Perhubungan Komunkasi dan Informatika (Dishubkominfo) hingga sekarang.
Dengan pengalaman yang dimiliki oleh Ade Rachmat Ali ini, selama menjabat terus berpindah-pindah ke tiap seluruh daerah yang ada di Majalengka. Tentunya akan lebih mudah mengkoordinasikan dan mejaga kekompakan seluruh pegawai yang ada di kota angin ini. (Opik)
Profil Drs.H.Ade Rachmat Ali M.Si.
Nama : Drs. H Ade Rachmat Ali, M.Si
Tempat, Tanggal Lahir : Kuningan, 5 Januari 1958
Pendidikan : SDN Kuningan � 1970; SMPN 1 Kuningan � 1973; SMAN Kuningan � 1976; APDN-Ilmu Pemerintahan � 1980; UNLA-Ilmu Pemerintahan � 1992; STIA Mandala Indonesia-Ilmu Pemerintahan � 2005;
Diklat : SUSPIM DAGRI � 1995; SPAMA � 1998; PIM Tk.II � 2007
Jabatan : Kasubsi Perizinan Kantor Sospol 1981-1982; Kasi Pembinaan Umum & Masyarakat Kantor Sospol 1982-1983; Kasubag Kependudukan Bag.Pemerintahan 1983-1985; Sekwilmat Rajagaluh 1985-1987; Sekwilmat Jatiwangi 1987 � 1989; Kepala Perwakilan Kec. Cigasong 1989-1995; Pembantu Camat Cigasong 1995-1995; Camat Kep. Wilayah Kec. Palasah 1995-1997; Camat Kep. Wilayah Kec. Sumberjaya 1997-2000; Camat Majalengka 2000-2001; Camat Majalengka 2001; Camat Dawuan 2002; Camat Cikijing 2002-2004; Kabag Dalprog Setda Majalengka 2004-2006; Kabag Tapem Setda Majalengka 2006-2008; Kepala BPMPD 2008-2009; Kepala Dishubkominfo 2009-sekarang.

sumber: sinarmedia

Jelang Piala Dunia: Bola Majalengka dilirik di World Cup 2010

image

Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) tertarik menggunakan bola produksi Majalengka pada Piala Dunia 2010. Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Bantuan Administrasi Internasional (Head of Division for Foreign International Cooperation Administration Centre Department of Industry) Departemen Perindustrian Riris Mahardi usai pertemuan Komisi Bersama Indonesia-Afsel di Batam, Provinsi Kepri, Selasa. Bola Majalengka memiliki kualitas standar.

"Bola produksi Majalengka juga pernah digunakan pada turnamen di Spanyol," katanya.

Selain bola, Deperin juga menawarkan pemerintah Afrika Selatan berbagai cinderamata Piala Dunia yang diproduksi Usaha Kecil Menengah (UMK) Indonesia.

UMK dapat memproduksi berbagai cinderamata Piala Dunia sesuai dengan pesanan. Deperin juga mengajukan pembuatan aksesoris hotel yang digunakan untuk Piala Dunia.

Ia mengatakan, Deperin dan Pemerintah Afsel akan membicarakan penggunaan produk Indonesia lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya. (Antara)

Info lebih lanjut bola produksi Majalengka di sini

Thursday, 25 March 2010

Peluang bisnis perikanan Majalengka

ikan nila gesit JIKA pada masa lalu, banyak yang menyangsikan bisnis dari sektor perikanan akan mampu mengangkat perekonomian keluarga. Orang banyak menilai, pekerjaan tersebut biasa-biasa saja. Padahal kenyataannya, bisnis perikanan sangat menggiurkan. Salah satunya dibuktikan Eras Rastani yang kini bergelut di bidang pembenihan ikan Nila Gesit Super Mono Sex di UPR Mina Cikole.

Dalam sepekan, Rastani bisa meraih keuntungan Rp6-7 juta atau sekitar Rp28 juta/bulannya. Penghasilan itu tidak pernah dirasakannya saat ia menjadi petani padi konvensional. Menurutnya, banyak sekali perbedaan antara bertani padi dengan budidaya atau pembenihan ikan. Jika petani padi dalam setahun paling banyak hanya 4 kali panen, maka pembenih ikan dalam satu bulan sudah bisa 4 kali panen. Analisa lainnya sambung dia, jika dalam lahan setengah hektar petani padi hanya bisa menghasilkan gabah sebanyak 10 kwintal dengan harga per kwintalnya Rp350 ribu atau dalam kurun waktu 3 atau 4 bulan hanya mampu menghasilkan pendapatan kotor sebanyak Rp 3,5 juta, belum dipotong biaya pupuk dan biaya angkut serta upah pekerja lainnya. Berbeda dengan sektor perikanan, dengan lahan setengah hektar itu, dijadikan minimal 10 kolam yang dapat diisi sekitar 1.000 benih ikan nila gesit ukuran 2-3 cm, maka total ikan yang bisa ditanam sekitar 10 ribu ekor. Dan setelah sepekan dengan pola pakan yang berimbang, maka ukuran ikan bisa mencapai 5-6 cm dengan harga Rp5 ribu/ekor.

Jika dikalikan dengan rasio kematian sekitar 20%, maka dari lahan setengah hektar tersebut, dalam sepekan para petani ikan bisa meraup untung sekitar Rp 5.000 x 8.000 atau sekitar Rp40 juta dipotong pakan dan biaya perawatan serta lainnya, ditaksir dalam satu pekan petani ikan masih bisa meraup untung antara Rp8-10 juta. “Dengan potensi yang begitu besar di sektor perikanan, tidak salah jika Bupati menjadikan perikanan salah satu basis perekonomian. Dan saya yakin ke depan perikanan akan menjadi komoditi andalan bagi Majalengka,” paparnya. (pai

sumber : radar cirebon

Thursday, 14 January 2010

SAMPYONG KESENIAN URANG MAJALENGKA

 

udah lama Pingin tau juga tentang seni tradisi asli Majalengka, akhirnya nemu juga nih postingan tentang budaya tradisional asli urang sunda ti Majalengka Jawabarat, nyaeta sampyong. postingan ini diperoleh dari http://3rwein.wordpress.com/.  dan http://dmargalih.multiply.com

Cuma masih belum tau juga masih sering dipertunjukan tidak yah? kalo ada yang tau tolong informasikan di mana dan kapan dipertunjukanya.

sampyong kesenian majalengkaseni ujungan, sampyong majalengka

SAMPYONG KESENIAN URANG MAJALENGKA

Pada tahun 1960,di daerah Cibodas Kec. Majalengka Tumbuh sebuah permainan rakyat yang dikenal dengan ujungan. Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dan kekuatan memukul dan dipukul dengan menggunakan alat yang terbuat dari rotan yang berukuran 60 cm.

Pemain terdiri atas 2 orang yang saling berhadapan, baik laki-laki maupun perempuan, dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Melendang. Kedua pemain menggunakan tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala.Tutup kepala demikian dikenal pula dengan sebutan balakutak. Sasaran pukulan pada pemain Ujungan tidak terbatas, dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa tangkis. Seorang pemain dapat memukul lawannya dengan sebanyak-banyaknya, hingga salah seorang dikatakan kalah karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat pukulan.

 

Pada tahun 1960,di daerah Cibodas Kec.Majalengka Tumbuh sebuah permainan rakyat yang dikenal dengan ujungan.Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dan kekuatan memukul dan dipukul dengan menggunakan alat yang terbuat dari rotan yang berukuran 60 cm.Pemain terdiri atas 2 orang yang saling berhadapan,baik laki-laki maupun perempuan,dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Melendang.Kedua pemain menggunakan tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala.Tutup kepala demikian dikenal pula dengan sebutan balakutak.Sasaran pukulan pada pemain Ujungan tidak terbatas,dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa tangkis.Seorang pemain dapat memukul lawannya dengan sebanyak-banyaknya,hingga slah seorang dikatakan kalah karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat pukulan.

   Ujungan tidak dikategorikan seni beladiri,karena seorang pemain tidak melakukan jurus tangkisan.Walaupun demikian,permaian ini tetap dianggap sebagai  sebuah karya seni karena didalamnya terdapat unsur kesenian,misalnya seperangkat gamelan pencak silat yang ditabuh sepanjang permainan Ujungan dilaksanakan.Adegan ibing pencak silat yang dibawakan oleh kedua pemain dan bahkan malandang,disajikan sebagai bumbu permainan ini.Sebelum melakukan pukulan,kedua pemain melkukan mincid pencak silat yang manis.Pukulan dilakukan ditandai seruan sang malandang:"Briuk"yang disusul kemudian dengan pukulan ke arah yang diinginkan.

  Karena sifat permainan yang terlalu bebas,maka permainan ini dianggap terlalu berbahaya dan tidak banyak orang yang sanggup memainkannya.Beberapa tokoh ujungan mencoba membuat penyempurnaan-penyempurnaan,dengan cara menyederhanakan aturan permainan.Setidaknya terdapat tiga butir aturan esensial  yang terdapat pada aturan permainan yang baru,yaitu: (1)seorang pemain diperkenankan memukul sebanyak 3 kali pukulan. (2)sasaran pukulan hanya sebatas betis bagian belakang,tidak boleh lebih dari itu. (3)pemain dapat bermain pada kelas yang ditentukan menurut usia,misalnya golongan tua.menengah,pemuda dan anak-anak.

  Seiring dengan berlakunya peraturan yang baru itu, maka nama ujungan pun ditinggalkan. Nama permainan yang lebih populer adalah Sampyong yang menurut beberapa narasumber berasal dari bahasa China,yaitu Sam=tiga dan Poyong=pikulan. Nama baru itu terucap begitu saja dari salah seorang penonton keturunan China ketika ia menyaksikan permaian tersebut.Kiranya ia tertarik pada jumlah pukulan pada permainan itu hingga kemudian terucap kata Sampyong yang kemudian melekat menjadi sebutan  permaianan sampai sekarang.

  Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan seni Sampyong antara lain: Sanen (almarhum),Abah Lewo, Mamg Kiyun,Mang Karta,K.almawi,Baron,Toto,Komar,Anah,Emin dan beberapa tokoh lainnya yang tersebar dibeberapa daerah di Majalengka:berkat keuletan para tokoh itu,Sampyong tersebar di beberapa daerah lainnya,seperti Cibodas,Kulur,Sindangkasih,Cijati,Simpeureum,dan beberapa daerah lainnya.sebagai kehormatan,kelompok seni Sampyong Mekar Padesan dari Simpeureum pernah mewakili Jawa Barat pada event pertunjukan seni olah raga di Bali pada waktu yang lalu. (M.saroni.Drs.MAg)Profil kesenian daerah KAbupten Majalengka.

link tentang kebudayaan majalengka

http://smkkesenian.blogspot.com/

Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan Nasional.
Pada saat ini bangsa Indonesia sedang memasuki kurun waktu yang penuh dengan perubahan – perubahan yang cepat, kurun waktu yang penuh dengan tantangan , tantangan utama yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini ialah adanya transisi epidemiologis , transisi kemasyarakat industry, partisifasi dan globalisasi yang berpengaruh besar terhadap perilaku, karakteristik dan budaya bangsa.
Demikian halnya dengan aspek seni dan budaya asli bangsa Indonesia saat ini tengah mendapat ujian yang begitu hebat, hal tersebut seiring dengan begitu gencarnya budaya-buadaya barat dari berbagai sisi kehidupan masyarakat yang tidak selamanya sesuai dengan karakteristik bangsa. Masuknya budaya-budaya tersebut secara cepat ataupun lambat akan menciptakan sebuah situasi dimana kita akan lupa akan ciri dan karakteristik bangsa sendiri.
Pendidikan di SMK Kesenian Putera Nusantra Majalengka memberikan kepada siswa-siswinya konsep-konsep teoritis dan praktek serta pengalaman awal dalam hal pedidikan kejuruan bidang seni pertunjukan sesuai dengan program keahliannya masing-masing Baik Seni Musik, Seni Tari maupun Seni Karawitan, sehingga diharapkan pada gilirannya nanti para lulusan SMK Kesenian Putera Nusantara Majalengka dapat memiliki kompetensi profesi dan dapat bersikap professional dalam meniti karirnya serta menjadi duta-duta budaya dan seni nusantara di tengah-tengah masyarakat.
SMK Kesenian Putera Nusantara lahir berdasarkan SK pendirian No. 421.2/207/ disdik tahun 2006 dengan Bidang Keahlian Seni Pertunjukan ( Program Keahlian Seni Karawitan, Seni Musik dan Seni Tari )

zini

Thursday, 7 January 2010

SOTK BARU KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2010

Memasuki awal tahun 2010 Bupati Majalengka Sutrisno menggelar mutasi besar-besaran terhadap 1.005 pejabat struktural eselon II, III, IV dan V, yakni Pejabat Eselon II 30 orang, Pejabat Eselon III.A 65 orang, Pejabat Eselon III.B 107 orang, Pejabat Eselon IV.A 519 orang, Pejabat Eselon IV.B 198 orang dan Pejabat Eselon V.A 86 orang. Pengambilan sumpah dan jabatan berlangsung di halaman Setda Kabupaten Majalengka, Kamis (31/12).


Mutasi besar-besaran tersebut menyusul adanya beberapa Dinas, Kantor, Badan baru yang telah ditetapkannya peraturan daerah tentang struktur organisasi perangkat daerah (SOPD) baru, awal Desember 2009 lalu.


Selain itu mutasi juga dilaksanakan untuk mengisi jabatan yang lowong, seperti Kepala Inspektorat yang telah memasuki masa pensiun diisi oleh Otong Subarna. Otong sebelumnya menjabat sebagai Kadisperindagpar yang kini dirubah menjadi Dinas KUKM Perindag.Sementara Dinas KUKM Perindag diisi oleh Suratih Puspa yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Majaengka.


Sanwasi yang sebelumnya sebagai sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Olahraga (Disdikbudpora) kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), selanjutnya sekretaris Disdikbudpora yang telah menjadi Dinas Pendidikan di iisi oleh Nunu.
Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat yang dirubah menjadi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Suryadarma digantikan oleh Abdurahman. Suryadarma kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Majalengka.


Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) yang menjadi Dinas Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Bayu Jaya digantikan oleh Rahmat Hermawan yang sebelumnya Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah yang telah dilebur menjadi Dinas KUKM Perindag. Bayu Jaya menduduki jabatan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH).


Selanjutnya Staf Ahli Bupati Ahmad Sodikin digantikan oleh Aeron Randi yang sebelumnya sebagai Kabag Perekonomian Setda Majalengka. Ahmad Sodikin menduduki jabatan baru sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Kab.Majalengka.


Direktur Rumah Sakit Umum Cideres Asep Suandi juga ikut dimutasikan menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kab.Majalengka, sementara posisi Direktur RSU Cideres kini di jabat oleh Ambar.


Bupati Majalengka Sutrisno mengatakan mutasi dan rotasi kali ini dimaksudkan untuk mengisi formasi dan atau pengukuhan pejabat yang menempati struktur organisasi perangkat daerah baru di Kabupaten Majalengka, dengan adanya pemberlakuan PP No 38/2007 dan PP No 41/2007 menuntut dilakukannya penetapan urusan yang menjadi kewenangan daerah, penataan kelembagaan penyelenggaraan pemerintah di daerah dan penataan personil.


Sutrisno berharap pejabat yang menduduki posisi baru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh dedikasi sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
-----------------
sumber : http://majalengka-online.com/Berita-Majalengka/mutasi-besar-besaran-untuk-sesuaikan-sot-baru.html

Friday, 11 December 2009

PENGUMUMAN RESMI LULUS TES CPNS MAJALENGKA DARI PELAMAR UMUM TAHUN 2009

 

PENGUMUMAN TES cpns

Pengumuman Koran tentang Pengumuman Resmi BKD Kabupaten Majalengka peserta lulus tes CPNS Kabupaten Majalengka dari pelamar umum untuk formasi tahun 2009.

Untuk download pengumumanya silahkan klik ling di bawah ini.

http://www.majalengka-online.com/download/Pengumuman-Koran-Lulus-CPNSD-2009.pdf

Selamat ya  buat yang lulus, bagi yang belum ada namanya. sabar ya…HARAPAN ITU PASTI ADA.

Wednesday, 9 December 2009

PENGUMUMAN HASIL TES CPNS KABUPATEN MAJALENGKA UNTUK FORMASI 2009/2010

 

16439_166362119423_74589759423_2593019_557264_n

Berdasarkan Surat keputusan Bupati Majalengka tentang Pelaksanaan Tes CPNS untuk Pembda Kabupaten Majalengka, cpns telah dilaksanakan pada tanggal 22 Nopember 2009. Berdasarkan penilaian dari hasil tes itu maka diputuskan siapa saja yang masuk daftar lolos tes CPNS Kabupaten Majalengka untuk berbagai formasi yang telah ditentukan.

Biasanya kegiatan Pelaksanaan tes ini masuk dalam anggaran dalam satu tahun anggaran. jadi tidak dalam bentuk multy-years. itu artinya sebelum pertanggungjawaban akhir tahun harusnya semua kegiatan yang dianggarkan sudah selesai dilakukan, termasuk dalam pelaksanaan tes cpns.

Mungkin atas dasar itulah maka ada isu yang beredar bahwa pengumuman hasil tes Cpns Kabupaten  akan keluar sebelum akhir Desember. bahkan ada yang bilang BKD Kabupaten Majalengka akan mengluarkan pengumumanya pada tanggal 5 Desember 2009 (tapi ternyata hal itu tidak terbukti). Kabar lain menyebutkan hasilnya akan diumumkan pada minggu kedua Desember. Hal itu diperkuat dengan akan adanya rapat DPRD Kabupaten Majalengka mengenai rekruitmen CPNS Majalengka pada  bulan Desember tersebut.

Walaupun hanya sekedar isue, tapi kepastian pengumuman ini sangat ditunggu oleh masyarakat majalengka, terutama sekali mereka yang mengikuti tes cpns dan berharap mimpinya untuk mengabdikan diri di kabupaten majalengka segera terwujud.

Tapi, yang lebih penting dari semua itu adalah, semoga tes cpns kabupaten Majalengka tahun ini berjalan secara musni dan adil. Semoga hanya mereka yang benar-benar pantas dan memiliki kemampuan lah yang lulus, karena Kalo Majalengka Mau Maju, orang-orang seperti itu yang diperlukan, bukan orang yang masuk jadi PNS karena punya banyak uang atau dekat dengan pusat kekuasaan, sodara atau kerabat pejabat dan anggota dewan.

setuju?

Tuesday, 27 October 2009

OBJEK Wisata di Kabupaten Majalengka

 

Lokasi Objek wisata di Majalengka Jawa Barat sebenarnya  cukup banyak terutama objek wisata alam. cuma mungkin polesanya yang masih belum maksimal sehingga tidak banyak menarik orang lain untuk datang berkunjung.

Kurangnya sarana dan tidak adanya fasilitas yang memadai membuat orang enggan datang dan memilih liburna ke luar kota. tapi dari sederetan tempat itu, ada objek wisata yang cukup terkenal dan sudah ada sejak dahulu. Lokasinya asri dan udarany adem. Objek wisata itu adalah curug muara jaya atau orang-orang disana lebih mengenal dengan istilah curug apuy.

6531_1138598278431_1631610228_343641_6459123_n Curug muara jaya

 

untuk mencapai lokasi ini, kita melewati jalur maja argalingga. sepanjang jalan akan disuguhi oleh pemandangan kebun sayur seperti kol, kubis, kentang, wortel, tomat dan aneka sayur lainya yang menjadi komoditas utama daerah ini. Jalan menuju tempat ini juga sekarang sudah cukup bagus.

6531_1138598238430_1631610228_343640_7787933_n

Airnya yang jernih membuat kita pengen berendam, cuman suhu  yang dingin kadang kala membuat kita berpikir ulang untuk mandi di tempat itu. Kalo hari minggu atua libur, banyak pengunjung datang, jadi cukup ramai juga. Biasanya dipakai juga untuk orang pacaran, coba kalo dipake ngaji, asyik kali yah ngaji di tengah keindahan alam peberian Allah.

6531_1138597958423_1631610228_343633_5911479_n

Selain wisata curug juga ada kebon pinus yang biasa dipakai untuk acara kemping atau gelar makan bareng sekeluarga. Katanya sih (kata a Dadan ini juga) sekarang sudah dibangun dan sedang dikembangkan sarana outbond seperti flying fox dan kawan-kawanya itu, wah pasti asyik tuh.

Thursday, 22 October 2009

ADA SEMBURAN LUMPUR YANG MERESAHKAN DI MAJALENGKA

 

Majalengka, (PR).-
Semburan lumpur berbau tanah berwarna abu-abu seperti cairan semen terjadi di Kampung Sukamukti, Desa Cigaleuh, Kec. Lemahsugih, Kab. Majalengka, tepatnya di lahan sawah milik Bakri (45), warga setempat, sejak Senin (19/10). Lumpur itu kini memenuhi satu petak sawah yang di seberangnya terdapat perkebunan dan aliran sungai kecil.

Menurut beberapa warga, semburan lumpur itu ditemukan pertama kali oleh Amir, seorang petani yang akan mencari rumput sekitar pukul 10.00 WIB. Saat melintas ke lokasi tersebut, tiba-tiba ia melihat gelembung lumpur sebesar jari kelingking keluar dari dalam tanah.
Namun menjelang sore hari, semburan tersebut semakin besar dengan diameter sekitar 20 sentimeter dan ketinggian mencapai sekitar 1 meter. Beberapa menit kemudian, muncul pula titik semburan yang lain di lokasi tersebut. Akibat semburan lumpur itu warga kini berupaya mengalirkan lumpur ke aliran sungai yang berada di bawah sawah tersebut.
Menurut Heryanto, salah seorang warga setempat yang rumahnya tidak begitu jauh dari lokasi semburan mengaku, awalnya posisi tanah di bagian utara sawah itu lebih rendah namun setelah adanya semburan lumpur, posisi tanah menjadi sebaliknya, dan bagian tengahnya menjadi lebih tinggi.
"Belum diketahui pasti penyebab semburan lumpur ini, namun sempat dikabarkan adanya beberapa kali getaran di lokasi semburan setelah terjadi gempa yang mengguncang kawasan itu pada 2 September lalu. Kami khawatir nantinya seperti yang terjadi di Sidoarjo Jawa Timur. Karena itu pada malam hari kami berjaga-jaga di luar rumah," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Cigaleuh Asdi Sawa, keberadaan semburan lumpur di wilayahnya baru pertama kali terjadi. "Hasil pemeriksaan sementara tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun warga masih menunggu perkembangan selanjutnya," ungkapnya. (C-31)***


Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Rabu 21 Oktober 2009

Wednesday, 21 October 2009

JADWAL MANCING MANIA TRANS|7

obb-mancing
Jangan Lewatkan !
Selasa, 20 OKTOBER 2009, pukul 09.00
“WILD FISHING : RIAM KANAN”
Di Indonesia ternyata ada lokasi memancing air tawar yang masih sangat luar biasa dan mudah dijangkau! Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Disini keberadaan ikan-ikan seperti Hampala,Gurame,Gabus dan Tomannya masih sangat berlimpah! Tempat ini bagaikan "surga" untuk para pemancing air tawar.
Jangan sampai melewatkan episode yang satu ini sebelum anda menyaksikan pelantikan Presiden RI yang baru di Trans|7 !

hasil tangkapan ikan air tawar di Majalengka klik disini

Popular Posts